NADIKABAR.COM — Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong sebagai upaya pemerintah meningkatkan pendapatan petani dan menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan mulai memperlihatkan hasil di Lampung.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan Presiden Prabowo menempatkan petani sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika biaya produksi lebih terkendali dan harga hasil panen membaik, petani memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram," ujar Amran di Pringsewu, Lampung pada Minggu (25/10).

Amran menjelaskan, kebijakan menjadi upaya penguatan posisi petani dalam rantai ekonomi. Pemerintah ingin memastikan manfaat pembangunan turut dirasakan oleh masyarakat yang memproduksi pangan dan komoditas pertanian, tak semata berhenti di tingkat perdagangan dan industri.

Dampak kebijakan juga tercermin pada perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Amran menyebut NTP telah mencapai angka 131,11 yang menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah.

Indikator ini penting, karena menggambarkan perbandingan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayarkan, sehingga dapat menjadi salah satu ukuran untuk melihat perkembangan daya beli petani.

"Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah," kata Amran.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa padi, jagung, dan singkong merupakan komoditas penting bagi masyarakat Lampung.