Pengamatan tidak hanya mencakup ketersediaan air, tetapi juga kondisi tanaman, umur tanaman, tingkat kerusakan, luas tanaman yang masih bisa diselamatkan, hingga luasan yang mengalami puso.

"Selain itu, petani juga didorong menggunakan varietas yang sesuai dengan kondisi setempat serta menerapkan budidaya yang lebih efisien dalam penggunaan air," ungkap Sunada.

Distanpangan Bali, kata dia, akan terus melakukan pemutakhiran data sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Data tersebut, menjadi salah satu bahan dalam menentukan prioritas pemantauan dan langkah penanganan bersama pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait.