NADIKABAR.COM — Mengelola penghasilan, menentukan prioritas pengeluaran, hingga menyisihkan uang untuk ditabung merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi keuangan keluarga. Namun, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik masih perlu diperluas, termasuk bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan edukasi keuangan Kelas TUNAI yang diselenggarakan secara tatap muka di Konggang, salah satu dusun di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat dengan latar belakang beragam, termasuk nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peserta Kelas TUNAI mendapatkan materi praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengenali sumber pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, menyusun anggaran, membangun kebiasaan menabung, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dalam transaksi keuangan digital.
Melalui pendekatan tatap muka, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan menghubungkan konsep pengelolaan keuangan dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari.
Dengan demikian, edukasi diharapkan dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, terutama dalam mengelola penghasilan dan menyisihkan uang untuk ditabung sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.
Program tersebut diselenggarakan oleh ShopeePay, bersama SeaBank, PT Commerce Finance, PT Lentera Dana Nusantara, dan SatuEdu berkolaborasi menghadirkan program edukasi keuangan Kelas TUNAI. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap edukasi keuangan yang praktis dan relevan bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah 3T.
Direktur Utama PT Commerce Finance Winson Winata menjelaskan literasi keuangan bukan sekadar memahami produk atau layanan keuangan, melainkan membangun kebiasaan sederhana yang membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik.
"Melalui Kelas TUNAI, kami ingin terus belajar bagaimana menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah 3T seperti Nuca Molas," tutur Winson dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Manfaat edukasi tersebut turut dirasakan oleh masyarakat yang mengikuti kegiatan, salah satunya Jaluh, yang juga seorang mantan guru. Ia menilai materi mengenai pengelolaan penghasilan dan kebiasaan menabung relevan dengan kondisi masyarakat pesisir Nuca Molas.
"Pemahaman tentang bagaimana mengatur penghasilan dan menabung untuk masa depan sangat dibutuhkan masyarakat di pesisir Nuca Molas. Selama ini, pengeluaran masyarakat sering kali belum terukur dengan baik. Materi yang disampaikan memberikan pedoman bagi masyarakat untuk mulai mengelola keuangan dengan lebih baik," ujar Jaluh.
"Pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya bermanfaat bagi orang tua, tetapi juga bagi anak dan generasi berikutnya, termasuk untuk mendukung pendidikan mereka. Edukasi seperti ini sangat berguna bagi masyarakat di sini," tambahnya.
Sementara itu, Shapers (Staff) of Product SatuEdu Faza Fauziah Soerya melihat kondisi geografis dan potensi ekonomi Nuca Molas sebagai salah satu alasan pentingnya memperluas akses edukasi keuangan hingga ke wilayah tersebut.
Menurutnya, Potensi ekonomi masyarakat yang antara lain bertumpu pada sektor kelautan dan peternakan dinilai perlu diiringi dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui kolaborasi Kelas TUNAI ini, kami berharap dapat membantu memperluas akses terhadap pendidikan keuangan yang lebih inklusif, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan 3T, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai konsep keuangan yang penting untuk kehidupan sehari-hari," ujar Faza
Shapers (Staff) of Sponsorship SatuEdu Muhammad Farrel Fianra juga mengungkapkan, bagi tim Satu Edu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat setempat.
"Kami datang untuk melayani masyarakat, tetapi justru masyarakatlah yang akhirnya mengajarkan kepada kami arti hidup yang sesungguhnya," ujar Farrel.
Selain edukasi keuangan, kolaborasi bersama SatuEdu juga dilengkapi dengan penyaluran kebutuhan sekolah bagi anak-anak setempat.
Dukungan itu menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat yang lebih luas kepada komunitas, tidak hanya melalui peningkatan literasi keuangan, tetapi juga dengan mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak di Nuca Molas.
Kelas TUNAI merupakan program edukasi keuangan yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat dengan berbagai topik pengelolaan keuangan praktis.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, program tersebut diharapkan dapat terus menjangkau masyarakat dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam serta berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan di Indonesia.