Mengacu pada laporan perusahaan konsultan Nigeria, SBM Intelligence, yang diterbitkan pada Agustus, uang tebusan senilai hampir enam juta dolar atau setara Rp 106 miliar telah dibayarkan di negara tersebut selama setahun terakhir.

Selain kondisi ekonomi, masalah keamanan yang melanda negara dengan populasi terbanyak di Afrika ini juga mendominasi kampanye pemilihan umum yang sedang berlangsung.

Artikel ini telah tayang di detikHikmah. Baca selengkapnya di sini.