NADIKABAR.COM — Kekecewaan kini sedang dirasakan puluhan orang tua di Kota Bandung. Mereka merasa sudah ditipu setelah menyekolahkan anaknya di sebuah TK yang ternyata bertahun-tahun beroperasi tanpa izin alias 'bodong'.
Padahal, para orang tua sudah mengeluarkan uang puluhan juta demi menyekolahkan anaknya di TK yang berstatus swasta tersebut. Skandal ini pun bisa terbongkar saat anak mereka ternyata tidak mengantongi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) untuk masuk ke jenjang SD.
Salah satu orang tua siswa yang kemudian berani buka suara soal kondisi ini adalah Sabina Ayuninda. Saat berbincang dengan NadiKabar, Sabina menceritakan kronologi bagaimana kasus ini akhirnya bisa terbongkar.
Semuanya berawal pada tahun ajaran baru 2026/2027. Anaknya, kebetulan merupakan alumni TK tersebut dan mau ia daftarkan ke SD swasta yang jadi pilihannya. Namun setelah daftar di SD, Sabina kaget karena anaknya tidak memiliki NISN.
"Anak saya kan lulus tahun ini dari TK itu, terus mau daftar SD kan. Pas daftar SD, ternyata NISN-nya enggak keluar," katanya via telepon, Sabtu (12/9/2026).
Kekhawatiran Sabina lalu mendorongnya untuk getol menanyakan masalah ini ke TK tempat anaknya dulu bersekolah. Namun dari beberapa pertanyaan yang ia lontarkan, pihak TK itu kata Sabina justru terkesan menyepelekan masalah yang mereka tanyakan.
Belakangan kemudian, kasus ini tak hanya menimpa Sabina. Dari 25 alumni TK tersebut, hanya 10 anak yang mengantongi NISN.
"Terus pas kita cek, lah jadi kita jadi merembet ke mana-mana. Kita cross cek juga ke gurunya, gurunya malah dalihnya, ydah nanti minta nomor telepon SD-nya aja, nanti kita yang hubungi, kayak gitu ngomongnya," ungkap Sabina.