"Kan Sungai Palayangan mah airnya dari Situ Cileunca, posisinya seperti itu. Jadi kalau arung jeram sudah tidak beroperasi, berarti sudah tidak ada air, dan sudah mulai warning-lah. Kalau arung jeram jalan, berarti pasokan air masih aman," ungkapnya.

Vena menambahkan, penurunan debit air tidak mengurangi jumlah kunjungan wisatawan ke Situ Cileunca. Pasalnya, pada akhir pekan atau hari libur, setiap operator arung jeram masih bisa melayani ratusan peserta.

"Kalau sampai hari ini ya informasi dari teman-teman masih landai ya, normal gitu. Karena kan ya kan ada peak season ya, masa liburan sekolah dan sebagainya. Itulah yang biasa, tapi ketika landai-landayanya, mungkin dalam misalnya satu operator seminggu 400 pengunjung, 500 pengunjung, masih-masih normal," pungkasnya.