Khairul menambahkan, dalam pelatihan akan disampaikan materi tentang antikorupsi, sebagai bagian penguatan integritas. Hal ini turut merespons adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh rektor, seperti yang baru-baru ini menyeret rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq.

"Antikorupsi bagian dari materi yang ada karena itu mungkin tidak terlepas dari sebuah kompetensi pemimpin yang diperlukan nantinya," sambungnya.

AKPT angkatan pertama terbagi dalam dua kelas, yakni kelas pimpinan dan future leaders. Kelas pimpinan diikuti 34 rektor dari 34 PTN, sedangkan future leader diikuti 61 peserta.

Ada 9 dimensi kompetensi utama yang harus dimiliki seorang pimpinan PTN, yakni kepemimpinan strategis, good university governance, kepemimpinan akademik, dan kepemimpinan keuangan.

Selanjutnya ada kompetensi pengembangan sumber daya manusia dan budaya organisasi, transformasi digital dan AI, diplomasi dan jejaring global, kepemimpinan berbasis nilai, serta pengembangan talenta unggul.

Suning menyebut ada 5 tahapan pembelajaran dalam rangkaian AKPT yang juga menggandeng berbagai PTN. Kelima tahap tersebut adalah:

1. Foundation of Higher Education Leadership, bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus).