NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan memperluas diplomasi dan kerja sama serta pengembangan dan pemanfaatan budaya dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam keterangan kementerian yang diterima di Jakarta, Kamis, Kementerian Kebudayaan memperluas diplomasi dan kerja sama guna memperjuangkan warisan dan memperkuat posisi Indonesia.

Pada 2025, empat objek Koleksi Dubois dipulangkan dari Belanda dan empat benda budaya dari New York dikembalikan, termasuk Arca Puspatara. Setelah itu, terdapat kesepakatan repatriasi 30.190 objek Koleksi Dubois pada 2026, terdiri atas 29.763 objek dan 427 sisa kerangka leluhur.

Terdapat pula kesepakatan pengembalian 20 benda budaya bersejarah lainnya dari Belanda serta persiapan pemulangan Koleksi Van Koenigswald dari Jerman.

Pada bidang Warisan Dunia, Warisan Megalitik di Kawasan Lore Lindu dan Jalur Perniagaan Rempah Abad XIII–XVIII ditambahkan dalam Tentative List UNESCO pada 2025.

Indonesia mengawal pengusulan Tempe dan Mak Yong, serta menginisiasi nominasi Zapin bersama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keanggotaan Indonesia dalam Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026–2030 memperluas kontribusi terhadap agenda pelindungan global.

Promosi budaya didukung Rumah Budaya Indonesia yang menjangkau 12 negara pada 2025. Pada 2026, Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte ke-61 menghadirkan tujuh perupa melalui Printing the Unprinted.

Selain itu, Indonesia Cultural Megadiversity di Amerika Serikat dipersiapkan untuk November 2026.

Kemitraan diperkuat melalui penyelenggaraan 11 forum kerja sama kebudayaan pada 2025, melampaui target 10 forum, serta penandatanganan 13 dokumen kerja sama internasional dari target 10 dokumen. Kerja sama berlanjut melalui fasilitasi Letter of Intent (LoI) Indonesia–India untuk pelestarian Candi Prambanan, Memorandum of Understanding (MoU) Indonesia–Belarus, serta pemrosesan draf kerja sama dengan 35 negara mitra.

Pada 2027, prioritas Kemenbud untuk diplomasi dan memperkuat posisi Indonesia mencakup kelanjutan repatriasi, pengajuan tiga calon situs menuju Tentative List UNESCO, pengawalan pengusulan Dangdut, Keroncong, dan Tenun, serta kelanjutan nominasi bersama Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Indonesia Cultural Megadiversity direncanakan berkembang ke Mesir dan Meksiko, sementara jangkauan Rumah Budaya Indonesia ditargetkan meningkat menjadi 15 negara.

Dalam bidang pengembangan dan pemanfaatan budaya, Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya pada 2026 mencatat jangkauan 52.055 talenta terdampak melalui 214 program bersama 169 mitra di 83 kabupaten/kota, serta 200 rekognisi internasional.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga menyampaikan rencana mereka untuk ekonomi budaya agar dapat mendorong potensi pertumbuhan dan kesejahteraan masa depan.

Ekonomi budaya merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan Indonesia. Tantangannya mencakup kesinambungan produksi, kapasitas pengelolaan usaha, pelindungan hak, akses pembiayaan, dan jaringan distribusi.

Arah tersebut menjadi dasar Kegiatan Prioritas Kementerian Kebudayaan Tahun 2027: Penguatan Ekosistem Kebudayaan sebagai Fondasi dalam Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri.