"Nanti dalam waktu dekat kita lagi mau persiapkan untuk bisa kirim ke komoditas lain, misalnya telur. Ya, telur yang surplus kita kirim ke yang kurang," jelasnya.
Ia menyampaikan komoditas telur ayam secara nasional sebenarnya dalam kondisi surplus dengan rata-rata harga nasional sebesar Rp26.400 per kg. Menurutnya, angka itu masih berada di bawah harga acuan penjualan sebesar Rp30 ribu per kilogram.
Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan pada Selasa (3/11), harga rerata nasional telur ayam ras mencapai Rp26.254 per kg.
Namun, Budi menyampaikan bahwa tersendatnya distribusi membuat harga di sejumlah daerah melonjak tinggi.
"Sementara ada daerah tertentu yang distribusinya itu agak susah itu, naik. Sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil. Kalau harga stabil, harga sesuai acuan, maka peternak juga bisa terus jalan," pungkas Busan.