Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual, sedangkan hasil penjualannya dikonversikan menjadi paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, sehingga kegiatan menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan manfaat sosial.

Selain itu kelurahan mengembangkan ekoenzim dengan memanfaatkan kulit buah yang difermentasi selama tiga bulan untuk menghasilkan cairan yang dapat digunakan bagi berbagai kebutuhan rumah tangga.

Inovasi lainnya adalah Losida atau Lodong Sisa Dapur yang memungkinkan warga mengolah sisa makanan menggunakan wadah khusus hingga terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.