Fajar mengatakan ketersediaan ruang belajar yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai turut memengaruhi kenyamanan serta motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

Oleh karena itu, ia meminta pihak sekolah memastikan kualitas pekerjaan revitalisasi sejak tahap perencanaan hingga pembangunan selesai, termasuk penggunaan material yang sesuai spesifikasi teknis agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan pihak sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki melalui pemeliharaan rutin sesuai ketentuan pendanaan sekolah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada sekolah penerima bantuan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan.

Pendampingan tersebut, kata Tatang, dilakukan melalui Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3-6 November 2026 yang diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi.