Beberapa wilayah pedesaan di bagian selatan juga telah berupaya memerangi praktik sunat alat kelamin perempuan dalam beberapa tahun terakhir.

"Enam belas (16) siswi diduga dipilih untuk menjalani pemeriksaan tersebut," ungkap kementerian pendidikan dalam sebuah pernyataan tertulis, seraya menyebut dugaan itu sebagai hal yang sangat serius dan meresahkan.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa sejumlah orang yang mengaku mewakili seorang pemimpin adat mendatangi sekolah negeri di Khana, Negara Bagian Rivers, bulan lalu, lalu memilih para siswi tersebut untuk menjalani tes.