NADIKABAR.COM — Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengecek kondisi siswa SMAN 3 Nganjuk yang masih mendapatkan perawatan medis akibat keracunan usai menyantap menu MBG dari SPPG Begadung 2.

Pengecekan dilakukan Bupati Marhaen ke RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara dan RSI Aisyah. Selain memastikan kondisi para siswa, ia juga berbincang dengan orangtua pada Kamis (3/9/2026) malam.

"Kemarin Mas Wabup (Trihandy Cahyo Saputro) dan Forkopimda mengecek langsung ke rumah sakit. Saat ini saya juga mengecek kondisi terkini," ungkap pria yang kerap disapa Kang Marhaen tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kang Marhaen meminta para siswa yang masih dirawat untuk tetap semangat, agar lekas sembuh. Dia juga menyampaikan kepada para orangtua bahwa penanganan terbaik akan terus diberikan rumah sakit dan puskesmas agar semua siswa segera sembuh dan pulang ke rumah.

"Saya atas nama bupati, atas nama Pemkab Nganjuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas yang telah melakukan penanganan dengan baik," ucap Kang Marhaen.

Menurut Kang Marhaen, dari jumlah terbaru 127 orang yang terdampak keracunan MBG, hanya tersisa 17 saja yang masih dirawat hingga malam ini.

"Karena pelayanan semuanya bagus, semoga besok sudah bisa pulang ke rumah semua. Artinya semuanya sembuh," harapnya.

Soal biaya perawatan para siswa terdampak, Kang Marhaen mengaku Pemkab Nganjuk terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terus berkoordinasi dengan BGN. Kalau biayanya dari BGN, tentunya kami terima kasih. Tapi intinya, kami dari Pemkab Nganjuk siap mensupport biaya pengobatannya," tandas Kang Marhaen.

Sebelumnya, 127 orang terdiri dari siswa, guru, staf sekolah hingga orangtua siswa tersebut keracunan setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telor dadar, acar dan semangka. Menu itu merupakan olahan SPPG Begadung 2 Nganjuk.