Pengembangan Agriverse juga membawa tim tersebut mengikuti berbagai kompetisi. Salah satunya International Lean Canvas Competition ISCOMBUS yang berhasil mereka menangi.

"Iya, betul (juara International Lean Canvas Competition ISCOMBUS), karena keberdampakan kami juga sudah banyak, kemudian banyak juga mendapat dukungan dari pemerintah-pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat," tuturnya.

Arif mengungkapkan tantangan saat mengikuti kompetisi internasional itu. Seperti proses pitching hingga sesi tanya jawab yang harus menggunakan Bahasa Inggris.

"Perjuangannya memang berat karena kita kan pitching, persiapan pitching, kemudian kita juga membuat pitch deck dengan bahasa Inggris. Kemudian tanya jawabnya juga menggunakan bahasa Inggris," ungkapnya.

"Peserta berasal dari beberapa negara ya. Tapi yang berhasil hingga final itu dari Indonesia dan Malaysia," lanjutnya.

Ke depannya, Arif berharap dukungan terhadap mahasiswa yang mengembangkan usaha dapat terus diperkuat. Ia berharap pendanaan dan mentoring bagi mahasiswa dapat berkelanjutan sehingga semakin banyak wirausaha muda yang lahir dari kampus.

"Harapannya bisa terus berkembang, pendanaan bisa terus didistribusikan ke mahasiswa, kemudian penerima manfaat ini bisa lebih besar dengan adanya support lebih untuk pengembangan wirausaha muda di UMY," pungkasnya.