Kejadian bermula saat saksi inisial YK hendak pergi ke kamar mandi. Saat itu, YK tidak sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara cukup keras. Salah seorang petugas keamanan kemudian menghampiri YK dan menanyakan hal tersebut.

YK pun menjelaskan bahwa dirinya tidak sengaja menyenggol seng dan telah meminta maaf. Namun, petugas keamanan disebut tidak menerima alasan tersebut dan meminta YK memanggil seluruh rekannya yang berada di proyek.

Salah seorang rekannya, AW, kemudian terbangun karena mendengar keributan. AW menghampiri YK yang sedang terlibat cekcok. "Saat itu AW membawa pisau," tutur Adi.

AW mengatakan bahwa teman-temannya dari daerahnya tidak pernah membuat masalah dan yang membuat masalah biasanya adalah orang luar. Perkataan tersebut membuat sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi marah hingga memukul YK dan rekannya.

"Mendengar perkataan tersebut beberapa pekerja yang ada di sekitar kejadian marah dan melakukan pemukulan terhadap saksi dan teman-temannya," imbuh Adi.