NADIKABAR.COM — Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bicara mengenai pembangunan ekonomi saat menjadi keynote speaker di acara Senator Menyapa. Dia menyebut pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan.

Sultan menyampaikan itu dalam acara Senator Menyapa, seperti disiarkan di YouTube @CNNINDOOFFICIAL, Kamis (5/11/2026). Sultan bicara mengenai green democracy.

"Hal ini sejalan dengan gagasan green democracy yang kami usung berangkat dari keyakinan bahwa demokrasi harus menghadirkan keseimbangan," kata Sultan dilansir NadiKabar.com.

Sultan menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Dia juga menekankan pertumbuhan Indonesia tidak boleh mewariskan utang ekologis.

"Pembangunan ekonomi tidak boleh korbankan lingkungan, pertumbuhan hari ini tidak boleh mewariskan utang ekologis, dan keputusan politik tidak boleh menjauh dari keadilan sosial," ucap dia.

Dia menyinggung hope and balance. Di mana, kata dia, pertumbuhan yang terjadi di Indonesia selaras dengan harapan masyarakat untuk kelestarian ekologis.

"Ini lah semangat hope and balance, menjaga harapan masyarakat sekaligus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, penyelenggaraan ekonomi yang beretika dan sejuk dan kelestarian ekologis. Semangat ini kami terjemahkan dalam kerja-kerja politik kelembagaan DPD RI sesuai kapasitas yang kami miliki," ujar dia.

Lebih lanjut, untuk mendukung gagasan itu, Sultan memastikan DPD RI juga mempunyai terobosan legislasi. Dia menyebut semua terobosan itu mengacu pada green democracy.

"Beberapa terobosan yang kami lakukan di antaranya yang ujungnya ke semuanya adalah bagian dari green democracy, kami turunkan kepada green parlemen, green legislasi, sampai ke tingkat paling bawah," tutur dia.

Dia bahkan membeberkan hasil nyata green democracy lewat produk legislasi DPD RI yakni RUU Daerah Kepulauan, RUU Pengelolaan Perubahan Iklim, RUU Bahasa Daerah, RUU Masyarakat Adat, RUU Sampah. Seluruh RUU itu, lanjutnya, masuk ke dalam agenda legislasi nasional prioritas pada tahun 2025-2026.

"Seluruh produk legislasi DPD RI mencerminkan pada semangat keseimbangan, antara pembangunan dan keberlanjutannya ekologi yang berwawasan jangka panjang ke depan," ujar dia.

Dia juga menyebut DPD RI selalu memberi contoh kelestarian ekologis. Seperti gerakan menanam pohon setiap minggu.

"Saya hampir pastikan setiap minggu kita menanam pohon, menanam pohon dalam arti yang sesungguhnya menanam pohon, sebagai bentuk kontribusi kita kepada ekologis, tapi lebih dari itu filosofi menanam pohon. Menanam sekarang memanen kemudian," ujar dia.

Lebih jauh, Sultan juga memamerkan capaian dalam hal penyerapan aspirasi. Dia menyebut dalam 1 tahun DPD RI telah menyerap dan menindaklanjuti belasan ribu aspiras.

"Dalam satu tahun sidang terakhir DPD RI menghimpun setidaknya 13.519 aspirasi masyarakat daerah dan ditindaklanjuti, angka ini penting, tapi bukan tujuan akhir," pungkas dia.

Sultan menekankan aspirasi tersebut tidak sekadar diterima. Dia meminta DPD RI menindaklanjuti setiap aspirasi yang masuk.

"Aspirasi harus memiliki jejak tindak lanjut, rekomendasi harus memperoleh respons, pengawasan harus hasilkan koreksi, dan publik berhak mengethaui perkembangannya," ucap dia.