Potensi tersebut menjadi modal penting dalam memperluas investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen (yoy), tertinggi kedua di Sumatera, didukung basis komoditas unggulan serta konektivitas infrastruktur dan logistik yang strategis.

Berbagai komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, singkong, nanas, kopi, hingga hasil peternakan dan perikanan, membuka peluang pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi.

"Lampung memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Kita tidak ingin hanya menjual bahan mentah. Lampung harus mampu mengembangkan industri pengolahan sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki nilai tambah lebih besar. Inilah salah satu peluang investasi yang perlu kita dorong bersama," ujar Gubernur Mirza.