Muhammad bin Maslamah menyampaikan utusan Rasulullah SAW, "Keluarlah dari negara kami. Jangan lagi tinggal di sini selama kamu tidak menunaikan janji yang telah disepakati!"
Rasulullah SAW memberi tenggat waktu sepuluh hari kepada Bani Nadhir untuk meninggalkan wilayah Madinah.
Menukil dari buku Khazanah Buku Pintar Islam 1 karya Arif Munandar Riswanto, ketika Bani Nadhir telah bersiap meninggalkan Madinah, mereka dihasut oleh pemimpin orang munafik, Abdullah bin Ubay. Ia menghasut Bani Nadhir untuk tetap tinggal di Madinah dengan iming-iming akan memberikan bala bantuan berupa 2.000 pasukan yang siap mati.
Teperdaya oleh hasutan, pimpinan Bani Nadhir, Huyay ibn Akhthab, sangat antusias dan mengirimkan utusan untuk menyampaikan pesan kepada Rasulullah SAW bahwa mereka tidak akan meninggalkan Madinah.
Pasukan muslim di bawah komando Rasulullah SAW mulai melakukan pengepungan terhadap Bani Nadhir. Kala itu, semua penduduk Bani Nadhir bersembunyi di benteng-benteng mereka sambil melayangkan anak panah dan batu kepada pasukan muslim. Bani Nadhir berperang sendirian lantaran tidak mendapat bantuan dari Abdullah ibn Ubay.
Pengepungan berlangsung selama enam hari sebelum akhirnya Bani Nadhir menyerah dan menyatakan akan meninggalkan Madinah. Bani Nadhir pun pergi membawa harta benda mereka, kecuali senjata. Mereka menghancurkan rumah mereka sendiri untuk diambil pintu dan jendelanya dan diangkut dengan unta.
Allah SWT menurunkan Surah Al-Hasyr ayat 2 yang mengisahkan peristiwa Bani Nadhir. Allah SWT berfirman: