Pendekatan ini juga sejalan dengan pengembangan Green Policing Polda Riau yang mendorong pemanfaatan data dan kolaborasi lintas sektor untuk mendeteksi serta menangani persoalan lingkungan secara lebih cepat.
Kesiapsiagaan perusahaan telah dibangun sebelum masuk periode siaga. Perusahaan secara rutin memastikan kesiapan Regu Pemadam Kebakaran, sarana-prasarana, sistem komunikasi, patroli wilayah, pemantauan titik panas serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui MPA.
Kolaborasi dengan masyarakat juga diperkuat melalui patroli bersama MPA, LPMD dan Bhabinkamtibmas serta Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Kuala Gasib. Program tersebut melibatkan pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, MPA dan tim Sustainability PT KTU dalam mendorong aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Ketua GAPKI Cabang Riau, Lichwan Hartono, mengatakan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi karhutla. Dunia usaha, menurutnya, perlu memastikan kesiapan internal sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bersama pemerintah dan masyarakat.
"Karhutla tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja. GAPKI mendorong perusahaan anggota memperkuat pencegahan, kesiapan personel dan sarana-prasarana, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat. Dengan bergerak bersama, respons di lapangan akan lebih cepat dan efektif," ujar Lichwan.
Ia menambahkan, perusahaan anggota GAPKI Riau terus memperkuat sistem pencegahan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing serta siap mendukung penanganan karhutla di wilayah sekitar ketika dibutuhkan.