"Kita cek harga bangunan kira-kira Rp 6 juta per meter karena daerah sini lebih mahal dari Jakarta. Jadi kita harapkan 200 rumah kira-kira bisa Rp 30 miliar," jelas Tahir.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan penerima bantuan perumahan akan dipilih berdasarkan rumah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa Flores.
Yang dipilih yang rumahnya rusak parah dan harus dibangun untuk menggantikan rumah yang tidak bisa ditempati. Lokasinya nanti kita lihat ditempat yang memang memungkinkan untuk dibangun. Kalau tidak memungkinkan untuk dibangun, tentu bukan di situ," ucap Emanuel.