Menurutnya, banyaknya penyelenggaraan konser berskala internasional juga perlu didukung akses dan transportasi publik yang memadai.

Pramono mencontohkan pengalamannya menonton konser The Weeknd pada hari kedua di Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, pengaturan parkir di kawasan Ancol serta dukungan KRL dan konektivitas menuju JIS membuat arus penonton lebih lancar.

"Konser The Weeknd saya kebetulan nonton sendiri hari kedua. Enggak sampai 15 menit kita sudah bisa keluar dari kerumunan karena sekarang ini semuanya parkirnya di Ancol, sudah ada KRL, sudah ada yang menghubungkan antara JIS dengan Ancol, dan itu terbukti berjalan dengan baik," kata Pramono.

Stasiun KRL JIS sendiri telah beroperasi sejak Juni 2026. Saat konser The Weeknd, pengelola juga menerapkan skema shuttle dari Stasiun JIS dan kawasan parkir Ancol untuk mendukung mobilitas penonton.

Menurut Pramono, kehadiran konser dan acara berskala internasional memberi dampak bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga usaha mikro.

"Ini menunjukkan bahwa salah satu ukuran utamanya adalah ketika panggung-panggung dunia hadir di Jakarta dan mereka merasa aman, nyaman, dan sebagainya," tutur Pramono.

Kehadiran musisi papan atas dunia di Jakarta juga mendapat apresiasi dari Dekan New York University saat bertemu Pramono. Menurutnya, penyelenggaraan berbagai pertunjukan internasional ikut memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

"Mereka memberikan apresiasi karena sekarang ini sebagai kota global, Jakarta juga menjadi tempat tampilnya, performanya band-band atau seniman-seniman besar di Jakarta," pungkasnya.