Namun, JT mengabaikan tembakan peringatan itu lalu berupaya melarikan diri. Saat itu, polisi langsung melepaskan tembakan untuk melumpuhkan di bagian kakinya. Saat bersamaan, ia terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan.
Setelah tertembak, polisi membawa JT ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa sekitar pukul 10.00 Wita. Ia dibawa ke sana untuk mendapatkan penanganan medis darurat, tetapi dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.20 Wita.
"Kami menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Sebagai bentuk empati, kami juga mendampingi proses visum luar, menyediakan peti jenazah hingga memberikan pengawalan pengantaran jenazah ke rumah duka," tutur Henry.
Polda NTT mengimbau masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Hal itu bertujuan agar situasi kamtibmas di Sumba Barat kembali kondusif.
"Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak kami," jelas Henry.