NADIKABAR.COM — baru ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan pasukan militer Australia, Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan militer bersama bertajuk Keris Woomera 2026 di Banyuwangi, Laut Bali, dan perairan sekitarnya.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Australia, Letnan Jenderal Susan Coyle, menggarisbawahi besarnya manfaat kegiatan ini bagi kedua belah pihak. Ia menekankan bahwa Keris Woomera 2026 merupakan pengalaman berharga bagi Australia dan menjadi momentum untuk saling menimba ilmu.
Latihan militer Keris Woomera melibatkan sekitar 1.000 personel militer Australia dan lebih dari 1.200 personel TNI, serta dihadiri oleh pengamat dari Japan Self-Defense Forces (JSDF). Latihan ini resmi berakhir pada 23 Oktober 2026 setelah seluruh pihak menyelesaikan serangkaian latihan yang melibatkan unsur marinir, angkatan darat, angkatan udara, hingga integrasi siber demi memperkuat sinergi kedua negara.
"Setiap kali kita melakukan kegiatan bersama sebagai kekuatan militer, kita belajar lebih banyak tentang satu sama lain," ujar Letjen Coyle yang mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjadi KSAD Australia, saat diwawancarai oleh Indonesianow.co di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Terkait interoperabilitas antar-pasukan, Letjen Coyle menilai hal tersebut sebagai tantangan nyata yang membutuhkan kerja sama mendalam.
"Interoperabilitas adalah kata yang sangat sederhana, tetapi sangat sulit untuk benar-benar diterapkan dalam praktiknya. Jadi, semakin banyak latihan dan kesiapsiagaan yang kita lakukan bersama, semakin tinggi pula tingkat interoperabilitas kita," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kunci utama untuk mencapai interoperabilitas tersebut adalah keberadaan pasukan yang selalu terlatih dan siap.
Latihan Keris Woomera 2026 turut mencatatkan sejumlah pencapaian bersejarah bagi ADF. Di antaranya adalah pelaksanaan dan penembakan amunisi tajam pertama sistem artileri roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) Australia di luar negeri, penempatan perdana RAAF No. 4 Squadron ke Asia Tenggara sejak Perang Dunia II, serta pelatihan integrasi siber pertama antara Australia dan Indonesia.
Letjen Coyle pun menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kesempatan yang didapatkan oleh pasukan Australia selama berada di Indonesia.
"Kesempatan datang ke sini dalam rangka Keris Woomera untuk membawa detasemen HIMARS kami dan melakukan penembakan amunisi tajam HIMARS pertama kami di luar Australia akan membuat para prajurit kami tersenyum hingga berbulan-bulan ke depan. Mereka sangat bersemangat dan merupakan suatu kehormatan besar untuk melakukannya di sini bersama militer Indonesia," pungkasnya.