Untuk mendukung operasional tersebut, pemerintah juga menyiapkan 13 kapal penyeberangan. Rinciannya, delapan kapal akan beroperasi melalui Pelabuhan Jangkar dan lima kapal melalui Pelabuhan Tanjungwangi.
Komang mengatakan, berdasarkan hasil rapat, jumlah kendaraan kelas Vb yang diperkirakan melintas melalui Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk mencapai 1.000 kendaraan per hari. Karena itu, diperlukan pengalihan arus kendaraan untuk mengurangi antrean dan kemacetan.
"Potensi peningkatan kendaraan ini perlu diantisipasi sejak awal. Karena itu, pemerintah menyiapkan alternatif layanan penyeberangan agar arus kendaraan tidak seluruhnya bertumpu di Ketapang-Gilimanuk," ujarnya.
Komang menyebut kesiapan fasilitas pelabuhan juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Sejumlah pembenahan akan dilakukan, terutama penambahan penerangan, toilet, serta kamera pengawas atau CCTV.
"Kesiapan fasilitas harus dipastikan sebelum pelayanan dimulai. Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar operasional pelabuhan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa," jelasnya.