Ace menyebut, persoalan pers saat ini tidak lagi sebatas teknik jurnalistik, tetapi sudah masuk ke wilayah strategis yang berkaitan dengan kualitas demokrasi, ketahanan sosial, dan ketahanan nasional.
Ia kemudian mengutip Yochai Benkler, Robert Faris, dan Hal Roberts yang menyebutkan bahwa lingkungan komunikasi digital dapat melahirkan pola propaganda, disinformasi, dan polarisasi.
Ace menegaskan, wartawan harus memahami isi suatu informasi, beserta asal-usulnya, jaringan penyebarannya, kepentingan di baliknya, serta cara informasi tersebut diperkuat dan disebarluaskan.
Ia kemudian mendorong agar pers turut membantu masyarakat memahami apa yang terjadi, alasan hal itu terjadi, apa dampaknya, dan bagaimana fakta itu saling berkaitan.
Bagi Ace, pers adalah penjaga masa depan bangsa.
"Pers yang merdeka, profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan bukan hanya penjaga informasi. Pers adalah salah satu penjaga masa depan Indonesia," tutup Ace.