"Yang paling penting adalah mendorong agar Sabang menjadi hub bagi pelabuhan internasional, dan menjadi penyeimbang dominasi logistik kawasan," ujarnya.

Menurut Ace Hasan, Sabang berada di wilayah Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur internasional tersibuk di dunia. Maka, potensi geografis ini harus dimanfaatkan dengan baik.

Kemudian, lanjut dia, juga telah direncanakan adanya investasi perusahaan Mubadala Energy asal Uni Emirat Arab (UEA) yang bakal menjadikan Sabang sebagai shorebase.

"Demi pertumbuhan ekonomi, kita harapkan Sabang menjadi pelabuhan hidup yang bisa membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, meningkatkan pendapatan daerah, kemudian mensejahterakan masyarakat sendiri," katanya.