NADIKABAR.COM — Di tengah dinamika perkotaan Jakarta yang serba cepat, lurah adalah wajah utama kehadiran pemerintah di mata warga.
Biro Kerja Sama Daerah (KSD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui ajang Benyamin S Award berupaya melakukan transformasi peran lurah itu dengan pembekalan pelatihan kehumasan dan komunikasi publik bagi ke-10 finalis.
Berkolaborasi dengan Berhumas, pembekalan ini disiapkan khusus menjelang malam puncak penganugerahan Benyamin S Award yang akan digelar pada Jumat (30/10).
Tak semata mencari kelurahan paling bersih, pembekalan tersebut berkaitan erat dengan tujuan agar inovasi program pemerintah daerah benar-benar dirasakan dan dipahami oleh masyarakat.
Kemampuan komunikasi publik diyakini berperan vital dalam kesuksesan sebuah program kerja. Kurangnya kemampuan berkomunikasi dapat membuat warga bertanya-tanya, bahkan hilang kepercayaan kepada pemerintah.
Ketua Bidang Pelatihan Perhumas, Willy Bachtiar, menyatakan bahwa penguasaan komunikasi publik bagi lurah menjadi kunci utama dalam menjembatani program pemerintah kepada masyarakat.
"Yang paling penting bagi para lurah hari ini adalah meningkatkan kualitas komunikasi publik kepada warga. Selain itu, personal communication involvement juga krusial untuk melibatkan dan memberdayakan masyarakat, mengemas program kehumasan, serta melatih skill membangun konten dengan narasi yang positif," kata Willy.