β€œBagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Selain rehabilitasi mangrove, BRI Peduli juga menjalankan Program Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Melalui program ini, BRI Peduli menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) Berahan Kulon untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan, termasuk Eco Hex Brick sebagai material penyusun struktur pemecah ombak.

Program tersebut menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang digunakan untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter. Struktur ini membantu meredam energi gelombang dan mendukung pengendapan sedimen, yang diperlukan sehingga menunjang pemulihan ekosistem mangrove.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa mangrove membantu meredam energi gelombang laut untuk mengurangi abrasi, sementara produksi Eco Hex Brick turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

β€œIni juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelasnya.