NADIKABAR.COM โ Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi dan Pembangunan LPPM Unhas menyampaikan hasil survei menunjukkan sebanyak 34,39 persen masyarakat di Kawasan Timur Indonesia (KTI) lebih memilih media sosial sebagai wadah dalam menyampaikan aspirasi.
Kepala Pusat Litbang LPPM Unhas Prof Imam Mujahidin Fahmi dalam keterangannya di Makassar, Kamis, mengatakan pilihan kedua sebagai tempat menyalurkan aspirasi agar dapat didengar pengambil kebijakan di pusat yakni perguruan tinggi yang sebesar 33,67 persen.
Adapun DPR RI dan DPD RI sebagai lembaga penyaluran aspirasi hanya menempati posisi ketiga dan keempat dengan presentase masing masing sekitar 20 persen dan 10,94 persen.
Prof Imam menjelaskan temuan ini menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan ruang digital sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Begitu pun perguruan tinggi diharapkan berperan sebagai lembaga independen yang mampu menghimpun, mengkaji, serta menyampaikan aspirasi publik melalui pendekatan ilmiah.
"Masyarakat berharap Unhas bersama perguruan tinggi lainnya dapat menjadi jembatan agar berbagai persoalan di daerah tidak hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga mendapat perhatian dan respons dari pemerintah pusat," ujarnya.
Adapun survei Litbang Unhas melibatkan 900 responden yang berasal dari KTI yang meliputi Kalimantan secara keseluruhan, Sulawesi, NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua.
โSampel terbesar ada di Sulawesi Selatan sebanyak 16 persen. Kemudian disusul Nusa Tenggara Timur (10 persen), Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Barat (9,4 persen), Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan (7 persen). Sulawesi Tengah (5,5 persen). Sulawesi Tenggara (5 persen) hingga paling kecil adalah Kalimantan Utara yakni 1,1 persen.
Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur, dilakukan mulai pada tanggal 23 September sampai 9 Oktober.
"Adapun tingkat kepercayaan seperti biasa, 95 persen dan error-nya kira-kira 3,4 sampai 3,7," ujarnya.