Ia mengungkapkan 96 persen pasokan kratom yang masuk ke AS berasal dari Indonesia dengan nilai ekspor mencapai US$350 juta atau setara Rp5,8 triliun (asumsi kurs Rp16.571 per dolar AS).

Rosan menjelaskan kratom merupakan tanaman herbal yang banyak ditemukan di Kalimantan Barat dan digunakan untuk keperluan medis serta pengobatan.

Ia juga mengungkapkan ekspor kratom Indonesia ke AS terus berjalan, dengan pengiriman terbaru yang sudah dilakukan.

Rosan mengaku baru menyadari besarnya potensi ekspor kratom setelah bertemu dengan asosiasi terkait. Menurutnya, produk ini ternyata memiliki pasar yang cukup besar dan diterima dengan baik di AS.

"Saya juga baru engeh di sana. Kratom itu intinya adalah tanaman, yang terutama banyak di Kalbar, yang bisa dipakai untuk medikasi, pengobatan herbal. Dan ternyata 96 persen kratom yang masuk ke AS, adalah berasal dari Indonesia," ujar Rosan.