"Kami tidak memastikan jumlah korban, tapi kami kumpul semua anak maba laki-laki lalu dipertemukan dengan pelaku," bebernya.

Kendati demikian, Sahidin mengatakan tidak ada sanksi bagi para pelaku. Hal ini karena pihak kampus melakukan mediasi dan kedua belah pihak sepakat berdamai.

"Kedua belah pihak sudah bertemu dan sudah berdamai," ujarnya.

"Mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi segala bentuk kekerasan fisik, psikis, dan verbal. Kalau terulang siap menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," sambungnya.