NADIKABAR.COM — Eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi geram atas seruan anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang mengajak ASEAN memberikan tekanan diplomatik kepada Indonesia hingga dikucilkan dari kawasan terkait kabut asap akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas negara.

Lutfi menilai perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran seharusnya ditindak, bukan justru mengucilkan Indonesia sebagai negara.

Ia menilai seruan tersebut mengabaikan keterlibatan perusahaan asing, termasuk kelompok usaha Malaysia yang memiliki konsesi perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

"Indonesia sedang disebut sebagai negara yang dikucilkan karena kabut asap dari kebakaran hutan kita. Saya terganggu ketika seluruh negara saya menjadi bahan ejekan para politikus hanya untuk mencari poin politik di parlemen," ujar Lutfi melalui unggahan reels di Instagram resminya, Selasa (20/10).

Menurut Lutfi, kelompok usaha Malaysia menguasai hingga 3,4 juta hektare konsesi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu berinvestasi untuk kepentingan bisnis dan memperoleh izin serta insentif pajak dari pemerintah Indonesia.