NADIKABAR.COM — Seorang ibu bernama Uni (41) yang mengalami kelumpuhan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), tak lagi menerima bantuan sosial (bansos) gegara masuk dalam kategori Desil 5. Dia pun terpaksa berutang agar mendapatkan sedikit beras untuk kebutuhan sehari-hari.
Uni merupakan warga Dusun Pangalo, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian. Dia tinggal bersama anaknya, Sulfa (14) dalam sebuah gubuk berukuran 5x6 meter yang jauh dari kata layak sebagai tempat tinggal.
Gubuknya hanya beratapkan daun rumbia, sementara bagian dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang telah lapuk dan berlubang di sejumlah bagian. Lantainya pun masih berupa semen kasar dan sebagian dilapisi plastik usang.
"Biasa kalau tidak ada keluarga yang beri beras, terpaksa berhutang karena sudah lama tidak pernah dapat bantuan," ungkap Uni dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Minggu (13/9/2026).
Sudah bertahun-tahun Uni tidak dapat bekerja karena mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Kondisi tersebut membuatnya lebih banyak terbaring dan bergantung pada orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam kondisi tersebut, Uni hanya mengandalkan anaknya, Sulfa, untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Meski usianya masih sangat belia, tugas merawat sang ibu dipikul Sulfa seorang diri.
Sulfa tidak memiliki saudara, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia. Uni mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya tidak lagi menerima bansos beras seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Saya juga tidak tahu apa masalahnya, padahal tahun lalu selalu dapat bantuan beras. Tapi katanya saya masuk desil 5," ujar Uni.