Chief Medical Officer Mayapada Healthcare dr. Dini Handayani menegaskan kolaborasi dengan para ahli internasional merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare memperkuat kapabilitas klinis.

"Bagi kami, continuous improvement berlandaskan tiga pilar: people, process, dan technology. Teknologi robotik saja tidak cukup; teknologi harus didukung kompetensi dokter, pelatihan terstruktur, kolaborasi multidisiplin, dan standar internasional. Dari sisi process, kami mengembangkan protokol ERAS (Enhanced Recovery After Surgery) untuk mendukung pemulihan lebih cepat dan memperluas penerapannya dari ortopedi ke bidang lain, termasuk urologi. Pengembangan kapabilitas klinis melalui kolaborasi internasional menjadi katalis bagi kami dalam mendorong clinical outcome dan pengalaman pasien yang lebih baik dengan layanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care)," tutup Dini.

Mayapada Healthcare secara konsisten menjalankan berbagai program clinical collaboration bersama para ahli terkemuka dan mitra strategis internasional, salah satunya Apollo Hospitals India. Kolaborasi ini mencakup bidang ortopedi, bedah jantung, dan kini berlanjut ke bidang urologi.

Kapabilitas MHJS dalam menangani kasus kanker urologi akan semakin diperkuat melalui Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Tower ini dikembangkan sebagai pusat layanan kanker advanced terbesar dengan layanan komprehensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi mutakhir.

Total luas bangunan Tower 3 mencapai 110.209 meter persegi. MHJS pun akan menjadi rumah sakit swasta terbesar dan terluas di Indonesia sekaligus menghadirkan akses terhadap layanan kanker berstandar global untuk penanganan kasus kompleks di dalam negeri.