Mereka menilai Mbappe sudah menghina Mao Zedong yang berjasa besar membentuk Republik Rakyat China, hingga bisa menjadi salah satu negara superpower di dunia.

Tak cuma dua brand itu, pemerintah China lewat Kementerian Luar Negeri juga menyayangkan pernyataan Mbappe itu. Alhasil, Mbappe buru-buru meminta maaf atas pernyataannya itu sekaligus menegaskan tidak ada maksud untuk melecehkan Mao.

"Dalam wawancara baru-baru ini, saya menanggapi sebuah gambar tentang diri saya," kata Mbappe dalam pernyataan resmi