NADIKABAR.COM — OpenAI, Google, Microsoft, dan Anthropic menjanjikan cara baru bagi media dan pengelola situs untuk melarang konten mereka dikumpulkan sebagai bahan pelatihan kecerdasan buatan (AI).
Komitmen yang diumumkan pada Jumat (30/10) itu muncul di tengah meningkatnya kritik dan gugatan penerbit berita terhadap penggunaan konten mereka oleh perusahaan AI.
Namun, mekanisme tersebut hanya berlaku untuk pelatihan model AI pada masa mendatang. Pengaturan ini tidak menghentikan seluruh aktivitas bot yang menelusuri situs maupun semua bentuk pengumpulan konten.
Dikutip dari AFP, pengelola situs saat ini harus memasang sejumlah perintah pemblokiran untuk masing-masing bot yang mengumpulkan data dari internet. Aktivitas pengumpulan konten secara otomatis ini dikenal sebagai scraping.
Melalui mekanisme yang diusulkan, pengelola situs cukup memasang satu instruksi standar. Instruksi tersebut akan dikenali dan dipatuhi perusahaan AI yang mengadopsi protokol itu.
Penerapan mekanisme tersebut tidak berlangsung serentak dan masih membutuhkan waktu beberapa bulan.