Abdollahi kemudian mengatakan bahwa Trump "bermimpi" jika ingin melihat pasukan militer AS memasuki kawasan Teluk Persia.

"Presiden AS boleh saja bermimpi melihat Angkatan Bersenjatanya memasuki Teluk Persia. Namun, dia akan membawa mimpi itu liang kuburnya," ucapnya.

Sejak perang berkecamuk pada akhir Februari lalu, pasukan militer Iran telah membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi global sekaligus pintu gerbang menuju ke kawasan Teluk.

Sebagai tindakan balasan, AS memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran.