"Kekuatan Al-Kuwari terletak pada dukungan finansial-diplomatik negara Teluk dan posisi Qatar sebagai penghubung Timur Tengah dan Barat. Kalau dibandingkan, posisinya relatif setara dengan BGS sebagai outsider," terang Dicky.
Dicky menyimpulkan bahwa Hanan Balkhy dan Hans Kluge memiliki keunggulan struktural yang sangat sulit ditandingi oleh BGS. Keduanya merupakan dokter yang sudah bertahun-tahun menduduki posisi puncak sebagai Direktur Regional WHO, sehingga telah membangun jaringan pemilih kuat di tim redaksi 34 negara anggota Executive Board.
Sebaliknya, BGS dan Al-Kuwari berada di posisi orang luar (outsider) yang mengandalkan legitimasi keberhasilan program domestik - yang untuk BGS sendiri dinilai belum sepenuhnya solid di dalam negeri. Tantangan ini kian berat mengingat Indonesia tidak memiliki kursi di Executive Board WHO pada sesi nominasi Januari 2027.
"Realistisnya, BGS menghadapi tantangan yang jauh lebih berat untuk membangun koalisi suara. Kekuatan utama BGS harus datang dari narasi Global South dan skala keberhasilan program domestik, bukan dari jaringan kelembagaan internal WHO," tegas Dicky.