NADIKABAR.COM — Nama Elon Musk memang tidak ada di surat suara saat pemilu sela di Amerika Serikat. Namun, ia berpotensi rugi besar akibat kemenangan Partai Demokrat dalam di Kongres dan Senat.
Dengan mayoritas Partai Demokrat di Kongres, bos Tesla dan SpaceX ini kemungkinan akan menghadapi penyelidikan atas kontrak miliaran dolar dari pemerintah AS yang diberikan kepada perusahaannya sejak Presiden Donald Trump menjabat serta perannya dalam memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).
Ketika memimpin DOGE selama empat bulan, perusahaan Musk menerima kontrak senilai USD 6,3 miliar dari pemerintah AS. Sejak saat itu, ia memperoleh setidaknya USD 10 miliar lagi dari pemerintah AS.
Politisi dari Partai Demokrat ingin mengetahui apakah Musk menggunakan pengaruhnya di pemerintahan Trump untuk menguntungkan bisnisnya, dan apakah uang pajak, data pemerintah, dan lembaga publik terancam dalam proses tersebut.