Ari menjelaskan, blok B masih sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Sebab, aksesnya tertutup total oleh tebing dan tumpukan sampah yang curam. Alhasil, pemadaman dilakukan lewat udara menggunakan helikopter dengan teknik water bombing.

"Yang masih sulit dijangkau itu di lereng yang B, yang sebelah timur kan nggak ada akses ke sana," kata Ari.

Kemarin, helikopter dari Polda Jawa Tengah telah dikerahkan untuk melakukan operasi pemadaman.

"Berarti memang satu-satunya cara hanya di water bombing itu. Tadi pagi sudah dilaksanakan kegiatan water bombing dari Polda Jawa Tengah itu sudah melaksanakan satu kali sorti, ada lima kali run dengan 2.500 liter," jelas Ari.

Dia menambahkan, meski api di permukaan Blok C sisi selatan tampak mulai mengecil, masih ada potensi bara di bawah tumpukan sampah.

Maka itu BPBD menggandeng PLN untuk menggunakan drone thermal yang mampu menembus asap dan mendeteksi suhu panas yang tidak terlihat mata di siang hari.