NADIKABAR.COM — Keraton Solo kembali memanas setelah dua kubu saling lapor ke polisi. Insiden ini terjadi di tengah rencana Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melakukan revitalisasi sejumlah objek cagar budaya keraton.
Satu laporan polisi yang dibuat seorang abdi dalem ditujukan kepada Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, dan BRM Yudhistira, atas dugaan kasus pengeroyokan dan penganiayaan.
Sementara itu, Gusti Rumbay melaporkan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo yang dipimpin oleh Gusti Raden Ayu (GRAy) Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, atas dugaan kasus penguasaan atau pencurian atau penggelapan gamelan Sekaten.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, sejumlah objek cagar budaya dan museum tengah mendapatkan bantuan untuk dilakukan pemugaran atau revitalisasi, seperti sejumlah Museum, dan Keraton Solo.
"Di Keraton Solo kita akan mulai proses revitalisasi, karena banyak bangunan-bangunan yang sebenarnya itu Bangunan Cagar Budaya (BCB) itu tidak terurus dan terawat. Sehingga di Keraton Solo juga jadi bagian yang akan direvitalisasi," kata Fadli Zon, kepada awak media di Kampus UTP Solo, Rabu (26/8/2026).
Terkait konflik yang tengah terjadi di internal Keraton Solo, Fadli Zon tidak ingin ikut campur. Pihaknya akan fokus pada revitalisasi yang tengah dilakukan.
"Kita akan fokus pada pemugarannya, secara fisik ya. Kalau hal-hal yang terkait urusan internal, saya minta itu diselesaikan secara internal. Tapi kewajiban negara hadir, untuk melindungi cagar budaya sesuai Undang-undang cagar budaya kita," jelasnya.
Seperti yang diketahui, sebanyak 13 titik kawasan Keraton Solo akan dilakukan revitalisasi. Ditargetkan akan selesai akhir tahun ini.
"Kita harapkan bisa rampung akhir tahun ini. Biasanya ada tenggat waktu untuk finishing," ucapnya.
Dihubungi terpisah, Kasi Humas Polresta Solo, AKP Lingga Ramadhani, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan kedua kubu Keraton Solo.
"Masih penyelidikan. Nanti kalau ada update akan kita sampaikan," kata Lingga, saat dihubungi NadiKabar.
Lingga irit bicara saat ditanya apakah sudah ada saksi yang dijadwalkan untuk diperiksa.
"Nanti kita update ya," pungkasnya.