"Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas. Kami juga sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan karhutla dan bagaimana penanganannya ke depan, kemudian persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi," kata Fasial setibanya di Istana Kepresidenan.

Terkait kesiapsiagaan bencana, kata dia, BMKG memperkirakan musim hujan di sebagian wilayah Indonesia mundur sekitar dua hingga tiga dasarian atau 20-30 hari akibat pengaruh El Nino.

Faisal mengatakan musim hujan diperkirakan berlangsung dengan akumulasi curah hujan yang cukup besar dalam durasi lebih pendek, meskipun sifat hujannya diprakirakan normal.

Sementara itu, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan pada November hingga Desember, dengan puncak musim hujan berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari.