NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'to memastikan video viral terkait ada Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur yang tidak dapat menggunakan IFP (Interactive Flat Panel) lantaran belum dialiri listrik adalah informasi yang tidak akurat.
"Khusus berita yang viral, yang sebuah SD Negeri di NTT itu, sesungguhnya yang beredar di media sosial itu tidak akurat," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam rapat dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin.
Mendikdasmen enjelaskan video yang beredar menampilkan salah satu ruangan di SDN Mboeng, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak bisa menggunakan IFP.
Ia mengakui di ruangan tersebut memang kondisinya tidak memungkinkan untuk menggunakan IFP. Tetapi sejatinya sekolah tersebut memiliki beberapa ruangan kelas yang bisa mengoperasikan IFP.
"Karena sebenarnya SDN itu memiliki beberapa ruang kelas, yang lainnya itu masih berfungsi. Jadi yang di video itu yang tidak berfungsi yang rusak, tapi kelas yang lainnya itu berfungsi," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen memastikan IFP yang dibagikan di sekolah tersebut juga berfungsi dengan baik.
"IFP-nya juga berfungsi mas, yang di video yang sedang tidak berfungsi, yang kelas yang lain berfungsi. Ini yang kami bisa jelaskan dan insya Allah berkaitan dengan komitmen kami," ucapnya.
Abdul Mu'ti menyebutkan pembagian IFP sebagai upaya digitalisasi pendidikan tidak hanya dilakukan sebatas pemberian perangkat saja, namun juga dibarengi dengan pelatihan guru, pemberian perangkat pendukung seperti laptop hingga penyediaan akses jaringan.
Adapun dalam penyediaan jaringan, ia memaparkan Kemendikdasmen membantu dalam penyediaan jaringan internet berupa perangkat internet satelit (Starlink) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta pengadaan jaringan listrik di wilayah yang belum dialiri listrik.
"Listrik itu ada dua skema. Satu melalui panel surya, yang kedua melalui pembangunan jaringan baru. Dan kami sudah ada pembahasan dengan PLN untuk pemenuhan jaringan ini, sehingga insya Allah ke depan itu bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti.