"Selama ini kita selalu bicara soal penerapan CX di berbagai sektor industri seperti perbankan, retail, telekomunikasi dan sebagainya. Dan saat ini kami ingin memberikan bukti nyata bahwa CX bisa hidup di mana saja, bahkan di lapangan tenis," sambungnya.
Ide ITS ini lahir dari observasi CX PRO Indonesia terhadap pain point komunitas tenis amatir. Perjalanan pemain yang terputus, tidak adanya sistem level yang adil, dan minimnya apresiasi atas partisipasi. Dengan menerapkan Customer Journey Mapping, ITS merancang ulang pengalaman tersebut menjadi sebuah loop yang berkelanjutan seperti permainan, poin, dan ranking.
"Misi kami di CX PRO Indonesia sangat jelas, kami ingin membuktikan bahwa dengan pendekatan customer experience yang seamless, kita bisa membangun industri olahraga yang lebih adil, lebih berkelanjutan, dan lebih humanis. Hari ini kita mulai dari tenis, besok kita akan bawa prinsip Every Role Moves You Forward ini ke cabang olahraga lainnya. Karena di ekosistem yang kami bangun, tidak ada yang tertinggal, semua bergerak maju bersama," demikian Donny.