Selain membatasi penjalaran api, sekat bakar ini dinilai berhasil membantu melindungi kawasan habitat orangutan dari ancaman kebakaran.
Pembuatan sekat bakar tersebut dilakukan bersama Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Damkar, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Barito Utara, masyarakat, serta pihak perusahaan melalui dukungan penggunaan alat berat untuk proses pembuatan sekat bakar.
Pendidi Yayasan Kalaweit Chanee mengatakan pembuatan sekat bakar menjadi salah satu langkah yang diperlukan setelah upaya pemadaman dilakukan berulang kali. Ia menyebut tim telah melakukan pemadaman selama sekitar 10 hari sebelum mengambil keputusan untuk membuat sekat bakar karena api kembali menyala.
"Sebelum ambil keputusan ini (bikin sekat bakar) pernah berkomunikasi dengan Bapak Menteri, 10 hari sudah coba, padamin-padamin, cukup confident ternyata apinya nyala lagi," kata Chanee kepada Menhut.