Ia mencontohkan perdagangan CPO yang menurutnya memiliki selisih harga cukup besar antara harga jual Indonesia kepada negara tetangga dan harga di pasar tujuan berikutnya.

"Harga CPO Rp27.000, kita jual ke tetangga Rp15.000. Berarti kita rugi Rp13.000. Bertahun-tahun. Kita tidak mau lagi masa bodoh terus. Kita ingin ekspor langsung," ujarnya.

Menurut Zulkifli, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut perdagangan, tetapi juga kemampuan Indonesia mengendalikan rantai distribusi dan memperoleh nilai tambah dari kekayaan alam sendiri.