NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan komunikasi diplomatik dengan Iran terus berlangsung meskipun ketegangan di Timur Tengah meningkat.
Rubio juga menegaskan bahwa Washington tetap membuka peluang penyelesaian damai selama kepentingan utama keamanan AS terpenuhi.
Berbicara kepada wartawan di Atlanta, Sabtu (31/10), Rubio mengatakan belum ada jadwal pasti untuk upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa saluran komunikasi antara kedua negara tetap terbuka.
"Ada sejumlah pembicaraan. Faktanya, pembicaraan tidak pernah berhenti," katanya, seraya menambahkan bahwa komunikasi berlangsung secara langsung dan, lebih sering, melalui pihak perantara.
"Pilihan Presiden dalam menghadapi setiap tantangan di berbagai belahan dunia adalah berupaya menyelesaikannya melalui jalur diplomatik dan secara damai jika memungkinkan," ujar Rubio, merujuk pada pendekatan Presiden AS Donald Trump.
Ia menambahkan bahwa Washington menyambut baik tercapainya penyelesaian melalui jalur diplomatik, selama hasilnya tidak membahayakan keamanan nasional AS dan mampu menjawab kekhawatiran utama negara tersebut.
Rubio mengatakan dua persoalan utama yang menjadi perhatian Washington adalah program nuklir Iran dan peran Teheran yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan.
Ia menuduh Iran menargetkan kapal-kapal komersial di perairan internasional. Menurut dia, serangan terhadap kapal pengangkut minyak, gas alam, dan berbagai jenis kargo lainnya tidak hanya mengancam keamanan maritim, tetapi juga pasokan energi dan pangan global.
Rubio juga menyoroti dukungan Iran terhadap sejumlah kelompok di kawasan, termasuk Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon. Ia menilai aktivitas kelompok-kelompok tersebut turut memicu ketidakstabilan dan meningkatkan kekhawatiran keamanan negara-negara tetangga.
Sehubungan dengan keamanan kawasan Teluk, Rubio kembali menegaskan komitmen pertahanan Washington terhadap Arab Saudi. Ia mengatakan AS terus menjalin komunikasi secara rutin dengan Riyadh dan berkomitmen memenuhi kesepakatan yang telah dibuat kedua negara.
Penerjemah: Primayanti