Sarmuji mengajak seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan peran industri terhadap produk domestik bruto nasional secara berkelanjutan.

Secara khusus, industri makanan dan minuman turut mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 6,77 persen atau meningkat 0,8 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada sektor tersebut.

Industri makanan dan minuman juga memberikan kontribusi besar terhadap industri pengolahan nonmigas dengan menyumbang 41,80 persen terhadap produk domestik bruto sektor tersebut pada 2026 secara nasional yang terus tumbuh.

Ia menambahkan realisasi investasi industri makanan dan minuman semester pertama 2026 mencapai Rp47,74 triliun dengan 59 persen berasal dari investasi dalam negeri yang memperkuat prospek industri nasional ke depan secara positif.

"Banyak hal lain yang bisa kita lihat sisi-sisi positif bahwa Indonesia sebenarnya lagi baik-baik saja. Kita dalam kondisi terang, tidak dalam kondisi gelap sebagaimana dinarasikan oleh sebagian orang," tegas Sarmuji.