"Ternyata setelah kita lihat carbon capture and utilization itu, itu bukan hanya menjadi industri hijau saja, bukan hanya memurnikan karbondioksida saja, tetapi memperoleh produk sampingan yaitu karbon ash yang tadi saya sempat singgung tadi itu, yang kalau kita kembangkan bisa memiliki nilai ekonomi," ujar Sarmuji dalam Special Interview NadiKabar.com TV, Senin (26/10).
Karena itu, Kemenperin terus meyakinkan para pelaku usaha di tanah air bahwa transisi menuju industri hijau dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.
Hal tersebut lantaran negara maju seperti Jepang juga telah mengadopsi teknologi serupa secara masif.