NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dugaan pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi premium berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan nasional dan merugikan masyarakat luas.

"Pasti harga naik (karena oplos beras ini). Yang di-bully kita nih kalau naik harga (beras di pasaran). Ini beras (SPHP) harganya Rp12.500 per kilogram, dia jual Rp17.000 per kg setelah dioplos. Itu menipu kan? Menaikkan harga, masyarakat marah. Ternyata ini salah satu pelakunya," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Amran menyoroti dugaan praktik pengoplosan beras SPHP yang dinilai dapat mengganggu tata niaga serta stabilitas harga pangan nasional.

Menurut dia, beras SPHP memiliki peran penting dalam menjaga keterjangkauan harga karena pemerintah menyalurkan komoditas tersebut untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau.

Ia menjelaskan penyalahgunaan beras bersubsidi menjadi produk premium dapat menciptakan distorsi pasar karena komoditas yang seharusnya dikendalikan pemerintah justru dijual dengan harga lebih tinggi.

Amran mengatakan praktik tersebut berpotensi mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap ketersediaan beras dan mengganggu upaya pemerintah menjaga pasokan pangan nasional secara berkelanjutan.

Ia menegaskan pemerintah telah bekerja keras meningkatkan produksi beras dalam negeri agar kebutuhan masyarakat terpenuhi serta stabilitas pangan tetap terjaga menghadapi tantangan global.